Saturday, March 24, 2012

Cerpen Q

Posted by Mix Chenel at 9:46 AM
Reactions: 

LANA 


Siang itu sebelum berangkat kekampus Nata menyempatkan untuk mampir ke rumah Arya, karena jam kuliah masih satu jam lagi dan jarak kampus dan rumah Arya tidak terlalu jauh, dari pada dia berangkat dari rumah. Sambil membawa dia bungkus burger yang dia beli di dekat rumahnya untuk dia makan bersama Arya. Arya, seorang cowok berkulit putih, berbadan tinggi memiliki hidung yang mancung dan matanya yang agak sipit. Kalau untuk ukuran cowok Arya bisa di bilang cakep bahkan super cakep, bahkan tipe cowok idaman wanita, cewek mana yang nggak tergila-gila melihat ketampan Arya, tapi tidak untuk Nata, Nata hanya menganggap Arya sahabat bahkan menganggap Arya cowok biasa-biasa saja. Arya teman kecil Nata bahkan hubungan kedua orang tua mereka sudah sangat dekat, karena kedua orang tua mereka memang bersahabat sebelum mereka memiliki keluarga dan memiliki Arya dan Nata, keluarga mereka sudah saling mengenal seperti satu keluarga besar. Bahkan kedekatan mereka seperti sepasang kekasih yang serasi padahal Arya dan Nata sudah memiliki pacar, tetapi walau mereka berdua sadah memiliki pacar setiap dimana da Nata pasti ada Arya walau mereka jalan bedua dengan pacarnya masing-masing, walau kedua

 orang tua mereka saling bersahabat tidak ada pikiran Lana untuk bisa menjadi pacar Arya begitupun dengan Arya. Dia cowok yang terbilang sangat tertutup terhadap orang lain tentang perasaan dan masalah pribadi dia, tidak mudah menceritakan semua hal yang dia rasakan pada dirinya, hanya saja jika dengan Nata, Arya dia menyembunyikan satu hal apapun dari dia, Arya hanya menceritkan tentang masalah dirinya hanya pada Nata dan orang tuanya. Bahkan dengan Sella yang sudah menjadi pacarnya selama 2 tahun dia tetap tidak bisa terbuka, Arya memang tipe cowok yang susah untuk di tebak. “Siang tante....” kata Nata sambil mencium pipi tente Retno mama Arya yang sepertinya sedang sibuk membuat kue didapur, biasa istri seorang pengusaha besar, tidak ada kegiatan lain selain nonton tv, arisan, belanja-belanja mengahbiskan uang yang ada, sibuk di dapur dan kerjaan-kerjaan lain yang kurang penting. “Siang juga sayang.... tuh Arya ditaman belakang.” Sebelum Nata bertanya tente sudah menunjukan keberadaan Arya. “Wah... tante ini kayak para normal ya, nebaknya bisa tepat sasaran gitu.. hehehe.” Nata tertawa menggoda mama Arya. “Tente tahu Kamu Nat.., sudah deh hibur tuh si Arya dari semalam setelah pulang dari rumah Sella dia diem terus kayak gitu, tante belum sempet tanya ada masalah apa dengan Sella. Coba deh Kamu tanya dia.” “Hmmmm.... pasti masalah yang sama. Oke deh tante Aku pasti bisa buat dia tertawa, hehe” Nata memuji dirinya sendiri. Nata pun segera berlari menuju taman belakang, dari kejauahn terlihat Arya yang sedang melamun, Nata pun berjalan mengendap-ngendap agar dapat membuat Arya kaget. “Haayoooooo......ngelamun aja.” Kedatangan Nata tiba-tiba memecahkan suasana lamunan yang sedang Arya nikmati. “Apa-apaan si kamu Nat...” sontak Arya marah pada Nata. “Iiidiiih.... sensitif amat kamu ini, santai dong jangan marah gitu.” Nata segera menenangkan Arya, walau Nata tahu Arya tidak akan pernah bisa marah padanya. “Abis Kamu, dateng tiba-tiba untung aku nggak jantungan. hai kamu bawa apa.” Arya menanyakan bungkusan burger yang di bawa. “Nie aku bawaain kamu makanan dari rumah, special buat kamu.” “Apaan, paling juga burger yang kamu beli di depan rumah kamu.” Tebakan Arya selalu tepat, karena nggak Cuma sekali atau dua kali Nata mambawakan burger ke rumahnya. “Ah, kamu ini Ar, nggak bisa ngehibur aku sekali-kali.” Nata tampak kecewa. Arya yang jadi ngerasa nggak enak dengan Nata, seperti membuat Nata kecewa langsung menyambar bungkusan yang di bawa Nata. “ahhhh dah deh, sini aku makan aku laper berat.” Di saat Arya dan Nata sedang menikmati burger yang mereka makan, Nata langsung menanyakan masalah Arya. “Ar, kamu berantem lagi sama Sella.” Tanya Nata karena mendapat bocoran dari mama Arya “Hmmm... aku putus sama dia.” Dengan singkat dan dengan raut muka sedikit bersedih, Arya memberitahun hal yang terjadi sebenarnya. “Akhirnya, bagus deh kalau beneran putus.” Nata tampak senang saat mendengar sahabatnya itu putus dengan Sella, karena selama ini Nata tahu kalau Sella bukan cewek baik untuk Arya. “Kamu ini ya, tahu sahabatnya putus bukanya ikut sedih malah seneng.” Arya merasa sedikit kesal dengan ungkapan dari Nata walau sebenarnya Arya tahu kalu Nata tahu hal ini, Nata akan merasa senang. Dan karena itu tidak membuat Arya sampai sangat marah dengan Nata. “Hahahaha... Kamu kan tahu selama ini aku nggak setuju kamu pacaran sama Sella. Emang Sella cantik tetapi aku tahu Ar Sella nggak sebaik yang kamu pikirkan.” Nata menjelaskan dengan nada tenang agar tidak membuat arya tersingguh dan tidak membuat Arya marah padanya. “Ya Nat, aku baru tahu sorry selama ini aku gak dengerin omongan kamu, dan kurang percaya sama kamu, kamu kan tahu Nat aku nggak akan sembarangan nuduh orang kalau belum ada buktinya, dan belum aku lihat dengan mata kepala ku sendiri, tapi sekarang sudah terbukti, jadi aku percaya kamu.” Arya tampak menyesal dari dulu memang Nata sahabatnya itu tidak setuju kalau Arya pacaran dengan Sella. “Mana pernah sie Ar aku mau ngejerumusin kamu, kamu kan sahabat aku.” “iya deh aku tau, kamu memang sahabat yang paling baik sedunia deh.” Arya memuji Nata dengan raut wajah agak meledek tanpa di ketahui Nata. “Terus siapa yang mutusin.” “Aku.” Jawab Arya dengan singkat. “Hah... serius.” Nata kaget seolah tidak percaya atas apa yang di katakan Arya. “Serius lah, emang tampang aku keliatan gie bercanda nya.” Arya menatap wajah Nata dengan bibir di manyunkan sehingga membuat Nata tertawa geli melihat tampang Arya yang cakep jadi aneh seperti alien yang baru di buang ke bumi. “Hmmmm.... emang kenapa kamu bisa putus sama Sella, bukanya kamu cinta mati sama dia ya, sepertinya hal yang mustahil kalau kamu putus apalagi kamu yang mutusin dia, berasa ada petir di siang siang bolong.” Nata yang tahu bagaimana sifat sahabatnya itu merasa heran mengapa Arya yang dia tahu sangat mencintai Sella selama ini dan tidak penah menghiraukan omongan Nata tentang Sella, bisanya dia memutuskan Sella, Sella yang menurut Arya cewek paling baik, paling sempurna dan paling segala-galanya buat Arya yang membuat dia jadi cinta mati. “Semalam aku kerumah Sella, karena aku mau ngajak dia keluar tapi dia bilang lagi sakit, ya udah deh aku batalin rencana buat ngajak dia keluar dan Aku nyuruh dia istirahat aja.” Arya menghentikan ceritanya dengan tampang yang terlihat sangat kecewa dengan kejadian yang telah dia alami. “Teruuuus... lanjutin dong ceritanya belum ketemu intinya tahu.” “Ya deh, terus aku ngerasa perasaan aku ngak enak, tanpa aku bilang sama Sella aku langsung datang kerumah dia, dan waktu aku sampe rumah dia kamu tahu apa yang terjadi.” “Mana aku tahu, aku ngak ada di sana waktu itu. Terus apa yang terjadi” “Sella sedang berdua dengan cowok lain, dan saat itu juga dia bilang pada cowok itu kalau aku teman dia, dari situ aku bener-bener ngerasa kecewa dengan dia sekaligus sakit hati.” “Terus sekarang Sella menghubungimu untuk minta maaf.” “Tidak.” Dengan tegas Arya menjawab. “Kamu nggak nyoba buat nelfon atau SMS dia.” “Nggak juga.” “Kenapa.” Nata merasa heran. “Buat apa?.” Pertanyaan yang nggak penting yang seharusnya dia menjawab dengan kata lain. “Buat memperjelas hubungan kalian lah, dan setidaknya dia minta maaf sama kamu dan kasih alesan apa gitu, kenapa dia tega nyakitin kamu.” “Nggak perlu, dengan begitu semua sudah jelas, nggak penting kalau cuma alesan sekarang aku udah terlanjur sakit karena dia.” Kata-kata Arya seolah memperlihatkan ketegaran dirinya, padahal hati Arya terasa seperti di sayat-sayat silet jika ingat semua tentang Sella. “Hmmmmm.... ya udah deh, dari pada kamu murung terus sedih-sedihan terus mikirin dia, entar kamu Aku kenalin sama sahabat aku.” Nata mencoba menghibur Arya. “Gila Kamu Nat, aku baru putus ama Sella, masak mau langsung ngegebet cewek lain.” Arya nampak tidak setuju dengan keputusan Nata. “Heh Ar, aku nggak nyuruh Kamu pacaran, aku cuma mau ngenalin doank.” “Hah kamu ini Nat bisa aja kalau ngeles.” “Tenang sahabat aku ini 100% baik, 50 kali lipat lebih cantik dari Sella, kamu pasti langsung terpesona kalau udah lihat dia.” Nata semakin meyakinkan Arya. Setelah mencoba menghibur Arya dan menghabiskan burgernya, Nata pun beranjak pulang dia teringat bahwa ada mata kuliah hari ini. “eh sorry Ar, aku lupa hari ini aku ada kuliah, kayaknya nggak da waktu banyak buat lebih lama ngehibur kamu ini, ada yang lebih penting dari pada kamu.” “Hahahaha... sepenting apa si aku buat kamu. oke, apa perlu aku antar kebetulan aku nggak ada kegiatan ini siap antar jemput kemanapun sahabat aku mau pergi.” “Nggak deh aku bawa mobil sendiri.” Nata pun langsung berlari meraih tas dan pamit pada mama Arya. “Tante, Nata pamit mau brannggakat kuliah.” Dengan tanpa basa-basi Nata langsung pergi meninggalkan tente Retno. “Nata sayang hati-hati jangan buru-buru gitu.” Kata tante retno saat melihat Nata berlari menuju luar rumah. “Oke... Tante.” Kata Nata sambil berlari menuju halaman dan langsung masuk mobil meninggalkan halaman rumah Arya. **** Ketika sampai di halaman kampus Nata langsung menelfon Lana. “Na, kamu dimana.” “Aku lagi jalan mau kekelas, kamu di mana Nat” “Aku masih dijalan 15 menit lagi aku sampe.” “Oke, jangan santai tapi Nat telat 1 detik aja kamu bisa nggak boleh ikut semesteran mata kuliah dia nanti, tahu sendiri kamu gimana Pak Joko kalau udah marah.” “Oke sayang, nie aku dah keluarin jurus andalan aku dalam bawa mobil 15 menit bisa jadi cuma 2 menit hahahaha.” Nata menggoda Lana. “Ah kamu ini serius dong.” Lana yang nampak tidak setuju dengan pernyataan Nata merasa sedikit kesal. Sampainya di dalam kelas Lana duduk terdiam sambil menunggu Nata datang sebelum Pak Joko dosen yang terkenal sangat galak dan nggak mau di ajak kompromi dalam hal apapun yang di anggapnya salah dan dengan prinsip kalau hanya dia yang benar walaupun muridnya benar dan dia salah tetap dia hanya mau dia yang benar dengan segala macam alasan untuk membuat muridnya menjadi merasa bersalah, dan jika muridnya tidak mau kalah dan pernah melAkukan kesalahan ancaman yang akan di keluarkan yaitu “TIDAK BOLEH MENGIKUTI SEMESTERAN MATA KULIAH SAYA DAN TIDAK AKAN PERNAH SAYA BERI TOLERANSI” dengan begitu semua hanya bisa pasrah. Sambil duduk manis di depan kelas menunggu Nata datang dalam hati Lana berdoa semoga sahabatnya Nata tidak telat satu detikpun bisa bahaya untuk masa depannya jika harus mendapat masalah dari Pak Joko. “Hai Na. Pak Joko udah masuk.” Nata yang berlari menuju depan kelas mendatangi Lana sambil berteriak-teriak menanyakan Pak Joko. “Belum Nat, tuh liat dia lagi jalan menuju ke kalas kita.” Lana yang menunjuk Pak Joko yang sedang berjalan menuju kelas kita dan langsung mengajak Nata masuk kelas dan di saat itu Nata masih mengatur nafasnya setelah berlari dari parkiran kampus menuju kelasnya yang cukup jauh. “Gila ini aku belum sempet atur nafas dan mau masuk kelas.” “Udah deh ayo masuk kamu atur nafas kamu di dalem aja sebelum itu dosen masuk kekelas kita harus udah duduk di bangku.” “Iya deh aku ngerti.” *** Setalah setengah jam di kelas dan menerima materi dari Pak Joko dengan ketegangan yang super membuat para mahasiswa nya harus terdiam tidak bisa berbicara sedikitpun sebelum Pak Joko mengajukan sebuah pertanyaan. Semua mahasiswa kelas dan diikuti oleh Pak Joko, Lana dan Nata keluar kelas yang paling akhir, merekapun langsung keluar dengan perasaan lega akhirnya keluar dari siksaan perasaan yang teramat. Lana dan Nata berjalan berdua menuju kantin, dan di saat perjaLanan Nata menceritakan tentang Arya sahabatnya yang sedang sakit hati. “Na, Kamu nanti malam sibuk nggak.” Nata mulai mengatur rencana untuk mempertemukan Arya dan Lana. “Nggak Nat, memang kenapa.” “Ikut Aku yuk, bt ni di rumah nggak ada orang mama papa ku pergi siang ini pergi ke Singapur.” “Kebiasaan dari dulu mama papa kamu memang seneng pergi berdua gitu ya.” Lana yang sudah bersahabat lama dengan Nata tahu betul kebiasaan orang tua Nata, selain sibuk dengan kerjaan mereka,mereka juga sering banget pergi berdua tidak mengajak Nata, Nata juga tidak suka jika harus pergi bersama kedua orang tuanya, terakhir dia pergi bersama kedua orang tuanya keluar negeri waktu Nata kelas 2 SMP, setelah itu Nata lebih senang pergi sendiri atau bersama teman-temanya bahkan lebih sering bersama Lana dari pada bersama kedua orang tuanya dan kedua orang tuanya tidak mempermasalahkan keinginan Nata jika semua itu bisa membuat Nata bahagia. “Oke, jam berapa.” “Sekitar jam 7 ya, nanti kamu aku jemput, jangan cantik-cantik ya dan nggak perlu kesakamun kok.” “Nggak perlu kesakamun juga aku dah cantik lagi.” Kata Lana. Lana yang memang kecantikanya tidak perlu di ragukan lagi nampak tidak membuat Nata kaget dan Nata pun telah terbiasa dengan kata-kata itu kata yang sering diucapkan Lana jika ia menggodanya, kecantikanya tidak hanya dari wajahnya tetapi hati dia yang selalu tulus jika membantu orang lain dan sahabat yang baik buat Nata, sempurna jika seorang Lana dapat bersatu dengan Arya sahabatnya. *** Pukul 06.35 PM Nata bersama Aldo dan Arya sampai di depan rumah Lana. Aldo adalah pacar Nata Aldo cowok yang manis, tinggi berkulit sawo matang, baik dan selalu memberikan perhatian lebih pada Nata yang bisa membuat Nata lulus dengannya. Aldo sangat cocok dengan Nata cewek cantik tinggi berkulit kuning langsat dan sangat manis, walau Nata tidak secantik Lana dan sefeminim Lana jika memandang Nata tidak akan bisa bosen selalu ada hal yang menarik dapat mencuri perhatian dari orang-orang disekitarnya. Tiiiiiing..... tooooong... Tiiiiiing..... tooooong... Suara bel rumah Lana terdengar nyaring di telinga saat Nata menekanya sambil menunggu seseorang yang akan membukakan pintu rumah lana untuk mereka. Sesaat kemudian pintu rumah pun terbuka, tampak perempuan setengah baya, dengan sebagian rambut memutih dan mengenakan kain kebaya, tersenyum hormat. “Oh Non Nata, silahkan masuk Non” Sapanya ramah segera menyingkir kesamping untuk mempersilahkan Nata, Aldo dan Arya masuk. “Terima kasih, Mbok.” Respon Nata dengan dengan sopan sambil masuk ke dalam rumah bersama Aldo dan Arya. “Tunggu sebentar ya Non, saya panggilkan Non Lana dulu.” Simbok pun langsung berjalan menuju tangga kekamar Lana untuk memanggilnya, tidak lama Simbok turun diikuti Lana di belakangnya yang terlihat cantik dan mempesona dengan gaun putihnya, mebuat Arya seperti terpesona pada pandangan pertama. “Kalian kok cepet banget datangnya, katanya jam 7.” Sapa Lana dengan ramah sambil tersenyum manis. “Liat jam dong Na ini udah jam berapa.” Nata menunjuk jam dinding besar terbuat dari kayu yang berada di sudut ruangan. “Upps.... Sorry, udah lama nunggu nya.” “Belum kok, ini baru juga sampai, oya Na kenalin ini Arya sahabat aku yang aku ceritain di kampus tadi. “Ehm.. kok.” Lana merasa heran tadi janjian Cuma berdua kenapa sekarang jadi berempat, tetapi Lana tidak melajutkan perkataanya, tAkut membuat temanya merasa tersingggung. Lana pun mengulurkan tanganya kepada Arya dan meberikan senyuman temanisnya dan menyebutkan namanya. “Lana.” Sapanya ramah kepada Arya. Arya yang masih terpesona melihat kecantikan Lana masih terdiam. “Hai...” sapa Lana sekali lagi kepada Arya. Nata pun menyodok Arya yang sedang terdiam dengan sikunya. “Aduh.” Pekik Arya. “Hay... kenapa kamu diem sambil bengong gitu, kagum ya sama kecantikan Lana.” Nata pun meledek Arya yang masih begong. “Eh iya... eh nggak, eh iya aku Arya.” Sambil menerima uluran tangan Lana yang dari tadi menunggu Arya yang sedang terdiam. Nata tidak mengenalkan Aldo kepada Lana, karena Lana juga sudah kenal baik dengan Aldo dari awal Nata dan Aldo pacaran. “Ngomong-ngomong kita mau kemana.” Tegur Aldo memecahkan suasana yang haru. “Kita ke kedai farenzzy aja gimana.” Kata Nata. “Oke deh, berangkat sekarang aja yuk keburu malam nanti.” Nata, Aldo, Lana dan Arya pun keluar menuju halaman rumah Lana, Nata bersama Aldo dengan mobil BMW nya dan Lana bersama Arya dengan mobil ferary merah milik Arya mereka melaju menuju kedai farenzzyy. Didalam mobil Lana dan Arya dengan suasana yang telah mencari setalah tadi dirumah dengan suasana yang belum akrab Lana yang memang mudah akrab dengan orang lain mempu mencairkan suasana di dalam mobil walau mereka baru kenal sebentar. Dengan berbagai macam obrolan di dalam mobil tidak terasa mereka akhrinya sampai di kedai farenzzy, kedai yang baru dibuka beberapa bulan ini dan sudah cukup terkenal karena susana yang nyaman dan makanan-makanan di sini yang tekenal lezat begitu juga pelayanannya, dan semua itu dapat membuat pelangga-pelanggan yang pernah datang kesini merasa sangat nyaman dan ingin kembali lagi. Mereka memasuki kedai dan menuju meja paling ujung dekat dengan jendela dan kolam ikan kecil berda di dekat jedela dengan suasan yang nyaman, merekapun duduk dan langsung memesan makanan. “Kamu pesan apa.” Kata Aldo sambil membolak balikan buku menu untuk memilih makanan yang ada. “Aku sama seperti kamu deh sayang.” Kata Nata pada Aldo. “Aku capocino aja deh dan roti bakar.” Lana pun telah milih pesanan dan diikuti oleh Arya. “Aku capocino sama stek ayam.” Di susul oleh Arya. Pesanan telah diberikan kepada pelayan dan tidak lama mereka menunggu pesananpun datang mereka langsung menyantap makanan yang sudah mereka pesan, masing-masing dari mereka sibuk menikmati makanan yang ada sehingga tidak ada pembicaraan sedikitpun diantara mereka. Setelah menghabiskan pesanan yang mereka pesan lalu mereka lanjutkan obrolan dengan berbagai macam obrolan dari hubungan Aldo dan Nata dan tentang mantan Arya si Sella yang membuat arya hanya bisa terdiam tidak mau banyak komentar. “Ar, ini Lana yang mau aku kenalin ke kamu, nggak kalah cantik kan sama Sella, tapi kalau menurut aku sie lebih cantik Lana.” “Hehe....” tanpa banyak komentar Arya hanya tesenyum manis sambil masih menatap wajah Lana yang memang sangat terlihat cantik lebih cantik dari Sella. *** Sejak pertama Arya melihat dan bertemu dengan Lana, dan mengobrol banyak tentang kehidupan masing-masing, Arya jadi selalu memikirkan Lana. Apa ini cinta, apa aku jatuh cinta, apa secepat ini aku melupakan Sella cewek yang selama ini aku cintai, cewek yang selama ini menemani aku. Rasa seperti ini pernah aku rasakan saat aku pertama bertemu dengan Sella dan sekarang aku rasakan lagi dari Lana perasaan cinta itu ada lagi, apa karena Lana cantik lebih cantik dari Sella aku jadi bisa mudah melupakan Sella, tapi aku nggak mau jatuh cinta karena kecantikan, karena semua itu bisa menipu, tapi mungkin aku juga tidak bisa membohongi perasaan aku, sepertinya aku menyukai dia, aku kagung dengan dia, asik di ajak bicara, mudah akrab dengan orang lain, sikap dia penampilan dia yang menawan membuat aku tidak bisa untuk tidak memikirkannya. Klik...klok..klik..klok Suara ponsel Arya, dibukanya ponsel dan ada sms masuk dari Nata. Gimana Lana. Cantik kan dia nggak kalah cantik sama Sella  Sender : Nata Received : 17:11:30 To : Nata Iya.  Sent Gimana mau dilanjutin nggak. Sender : Nata Received : 17:14:19 To : Nata Nanti deh Aku pikir-pikir lagi. Aku belum lama putus sama Sella Nat  Belum juga sempat Arya membalas SMS Nata, ponselnya berdering dari Nata juga. “Iya?” “Gimana?, kenapa pakai mikir-mikir lagi si, udah jelas Lana cantik dia juga baik Aku kenal banget sama dia Ar.” Nata mencoba meyakinkan sahabatnya itu. “Iya Aku tahu, tapi Aku kan belum lama juga putus sama Sella.” “Apa Kamu masih sayang sama Sella?, apa Kamu masih pengen balikan sama dia?, apa Kamu masih mau disakitin lagi sama dia?.” Dengan cepat Nata menyerbu beribu pertanyaan kepada Arya. “Bukan itu Nat alasanya, aku baru kenal Lana.” Arya pun memberikan alasan yang kurang masuk akal. “Iya... iya aku tahu. Terus kamu mau kenal ma Lana lebih jauh nggak sekedar teman juga nggak papa, Lana juga belum mau punya pacar kayaknya.” “Oke, deh boleh.” Akhirnya Arya pun luluh dengan perkataan dan alasan- alasan Nata. “Oke, 0853799xxxxx nie nomer ponsel Lana kamu sms dia aja ya sekedar kenalan atau ngbrol-ngbrol dia anaknya asik kan, ya udah dulu deh gitu aja. Bye...bye.” Nata pun memberikan nomer ponsel Lana dan mengakhiri telfonya. “Oke. Bye..bye.” Arya pun menyimpan nomer ponsel Lana dan berencana akan menghubunginya lain waktu saja. *** Siang itu sambil duduk di halaman belakang rumah Arya, tepatnya tempat duduk favorit Arya kalau lagi jenuh, dan sambil menikmati sejuknya udara yang seolah menyentuh kulitnya dengan lembut, Arya membuka-buka ponselnya dan dia teringat bahwa Nata pernah memberikan nomer ponsel Lana, iya pun membuka kontak dan mencari nama Lana, lalu dengan membranikan diri Arya pun menghubungi Lana. Tuuuuuut....... tuuuuuutt..... tuuuuuut Setelah menunggu beberapa saat terdengar suara yang merdu dari kejauhan, tepatnya di dimana Lana berada. “Halo..” Terdengar merdu dan lembut suara Lana yang membuat Arya jadi terdiam sesaat. “Halo... Lana.” Sapa Arya dengan sopan. “Iya, dengan siapa ini.” Lana menjawab dengan sopan juga. Dengan sedikit ragu-ragu Arya menjawab. “Aku Arya, masih ingat kan kamu.” “Oh.. tentu, aku inget banget dong, apa kabar?” “Kabar aku baik, kabar kamu gimana?.” “Baik juga.” Mereka bedua dengan santai ngberol-ngebrol hingga akhirnya Lana mengakhiri telfonya karena dia akan berangkat kuliah, dan karena Arya menawarkan jasa untuk mengatarnya kuliah, dengan sedikit merayu Lana dan akhirnya Arya berhasil membujuk Lana agar mau ia antar ke kampusnya, padahal Lana bisa berangkat sendiri dengan mobilnya yang telah di siapkan orang tuanya khusus untuk lama kuliah dan berpergian. Arya pun segera berannggakat menuju rumah Lana dengan ferafynya, sampainya di rumah Lana, Lana sudah menunggu Arya di depan rumahnya. Mereka pun langsung berangkat menuju kampus Lana. *** Setelah beberapa kali mereka saling berhubungan, sering SMSan hubungan mereka sepertinya lebih dekat dari pada sebelumnya, merekapun jadi sering bertemu dan jalan bareng sekedar buang waktu dan menghilangkan kejenuhan. Karena hubungan mereka yang jadi lebih dekat ini membuat Arya yakin tentang perasaanya bahwa dia benar-benar menyukai Lana, namun Arya tidak yakin dengan Lana, karena selama ini meski hubungan mereka sudah lebih dekat tapi sikap Lana padanya masih dingin dan nampak biasa-biasa saja, tidak menunjukan bahwa Lana menyukainya juga. Dan itu pun membuat Arya ragu dengan Lana, apakah Arya harus mengungkapkan perasaanya kepada Lana atahu harus menunggu sampai Lana menunjukan perasaan yang sama sepertinya. Sore itu Arya ada janji bersama Lana untuk mengajaknya jalan-jalan, dan saat itu Arya berinisiatif untuk mengungkapkan perasaanya kepada Lana, perasaan yang selama ini ia rasakan. Krriiiiiiing......kriiiingggg......krriiiiiingggg Terdengar ponsel Arya berbunyi dan dilihatnya ponselnya ada panggilan dari Lana. “Ya Lana.” “Jadi nggak..?” “Jadi dong, ini lagi siap-siap, Kamu udah siap?.” “Udah donk..., ya udah Aku tunggu ya.” “Oke.” Setelah bersiap-siap Arya pun langsung menuju rumah Lana. Sampainya didepan pintu rumah Lana, belum sempat Arya menekan bel sudah terbuka pintu rumah Lana, nampak Lana dibalik pintu dengan penampilan sederhananya namun masih terlihat sangat cantik dan menawan. “Baru aku mau menekan bel, eh putri cantiknya sudah datang duluan.” Puji Arya yang melihat penampilan Lana yang sederhana namun tetap anggun dan mempesona. “Ahh... udah deh ngegombalnya ayo kita berannggakat keburu sore nanti.” Lana pun langsung mengajak Arya beranjak pergi. Sekitar setengah jam kemudian sampailah mereka berdua di suatu taman yang terlihat sangat indah dari kejauahan. “Tempat apa ini Ar?.” Tanya Lana setengah penasaran dengan tempat yang belum pernah di datanginya sebelumnya. “Disini tempat aku bersantai dan menenangkan pikiran dan perasaanku jika aku sedang ada masalah atahupun kalau aku sedang jenuh dengan kehidupan ini, disini aku bisa bersantai menikmati pemandangan yang ada, sehingga membuat pikiran dan perasaanku nyaman tanpa ada kebisingan.” Jelas Arya pada Lana. “Ow...tempat yang indah.” Jawab Lana dengan santai dan kagum dengan tempat yang ia datangi dan kagum dengan Arya. “Ayo, ikut aku.” Ajak Arya sambil menggandeng tangan Lana menuju ke tempat yang lebih tinggi diseberang taman. “Mau kemana?.” Tanya Lana penasaran sambil menatap wilayah sekitar yang asing buat Lana. “Udah deh, kamu ikut aja, tempatnya lebih indah dari ini kamu pasti senang kalau sudah lihat tempatnya.” Jelas Arya meyakinkan Lana. Arya berjalan pelan sambil menggadeng tangan Lana, ada perasaan yang aneh saat Arya menggandeng tangan Lana, perasaan yang nyaman dan damai membuat jantung Arya terus berdetak lebih kencang dari sebelumnya. Apa ini yang namanya cinta?, oh Lana aku benar-benar suka kamu, sikap kamu yang dingin ini yang dapat membuat aku melupakan Sella, kamu yang begitu penuh perhatian dan selalu peduli terhadap orang lain membuat Aku semakin kagum dengan kamu Lana. Aku ingin sekali memiliki kamu selamanya Lana, andai kamu tahu apa yang aku rasakan, andai kamu merasakan apa yang aku rasakan, mungkin itu adalah kebahagian terbesar buat aku Lana. “Lana.” Panggil Arya dengan lembut sambil menoleh dan menatap wajah Lana. “iya.” Jawab Lana dengan singkat. “Kamu cantik?.” Lana hanya membalas perkataan Arya dengan senyuman manisnya, yang membuat Arya semakin terpikat dengannya. Sampailah Arya dan Lana di atas sebuah bukit dari bawah taman itu setelah melalui bebrapa jalan setapak dengan batu-batu dan lamayan tinggi untuk sampai yang mereka datangi sekarang. Dan disepanjang perjalanan Arya hanya memandang Lana dengan penuh kekaguman. “Tempat yang sangat indah Arya.” Kata Lana dengan kagum memandang sebuah tanah lapang dengan pepohonan di sekitanya yang melingakari halaman itu dan ditumbuhi rumput-rumput yang terpotong rapi, sepertinya tempat ini memang benar-benar dirawat jadi nampak sangat indah. Mereka berdua pun duduk di bangku panjang berdua di bawah pohon yang sangat rindang, dan nampak cahaya yang menumbuh ranting-ranting pohon, sehingga membuat pemandangan yang sangat indah. “Iya Na, aku sering banget kesini, tapi baru kamu cewek yang aku ajak kesini, bahkan Sella dulu cewek yang paling aku cintai belum pernah aku ajak kesini.” “Kenapa baru aku.” Jawab Lana singkat. “Aku juga nggak tahu Na, sepertinya aku ingin sekali mengenalkan kamu dengan tempat ini, dulu aku pikir aku akan mengenalkan tempat ini pada Sella jika aku sudah akan menikah denganya dan aku akan berencana membuat pesta pernikahan di tempat ini, tapi semuanya tinggal kenangan, aku nggak bisa memujudkan impianku dengan dia.” Arya nampak sedih dan teringat masa-masa dulu saat bersama Sella dan teringat juga saat Sella menyakitinya. Dengan senyuman manis Lana hanya menjawab “Kamu bakalan menemukan cewek yang lebih dari Sella Ar.” Hibur Lana. “Tapi sekarang aku udah punya mimpi yang baru Na, yang aku yakin pasti lebih indah dari mimpi aku dengan Sella.” Saat itu Arya merasa yakin bahwa ia benar-benar menyukai Lana dengan sikap dia yang dingin dan tetap santai ini. “Iya Ar.” Jawab Lana dengan singkat. “Aku ingin kamu tahu Na.” “Soal apa?.” “Wanita yang aku inginkan dan ingin aku ajak berpesta di tempat ini.” Dengan sedikit keraguan Arya mengungkapkan perasaanya. “Dan wanita itu Kamu Na.” Akhirnya Arya pun mengungkapkan perasaan yang ia rasakan. Lana pun kaget mendengar ucapan dari Arya, Lana tidak pernah menyannggaka bahwa Arya menyukainya, Lana pun masih terdiam dan masih terbayang kalimat yang barusan di ungkapkan Arya, secepat itukah. “maaf Lana, aku tidak bermaksud membuat kamu marah, aku tidak ingin Kamu membenciku Lana, aku selalu merasa nyaman jika bersamamu Na.” Arya terdiam lalu berfikir sejenak dan melanjutkan ucapannya agak tidak membuat Lana marah. “Aku juga tidak tahu Na kenapa perasaan ini bisa hadir dalam hatiku, dulu aku sangat mencitai Sella dan aku pikir tidak ada wanita lain yang dapat menggantikan Sella dihatiku, tapi kenyataannya berbeda, kamu Na kamu bisa membuat aku menghapus bayangan tentang Sella dan sejak pertama kali aku melihatmu aku sudah merasa nyaman dan ketika kita sering jalan bareng selalu mebuat perasaan aku bahagia Na selalu ingin terus bersamamu Na.” Lana menatap wajah Arya, Arya pun ikut menatap wajah Lana dengan menatap kedua mata Lana yang bulat terlihat sangat cantik dan menenangkan hatinya. “Maafkan aku Na.” Kata Arya yang masih terus menatap wajah Lana. Dan setelah mendengar semua pernyataan Arya, Lana hanya tersenyum manis membuat Arya bingung. “Aku ingin memilikimu Na, seutuhnya dan selamanya.” Jelas Arya agar membuat Lana mengerti apa maksud ucapannya. Lagi-lagi yang di dapat Arya hanya senyuman dari Lana tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari bibirnya. Senyuman Lana mambuat Arya bingung apa maksud Lana, Arya benar-benar tidak mengerti. Akhirnya Arya menatap Lana dan tersenyum kepadanya, semua ini sudah membuat Arya lega tentang perasaanya, karena Lana mengetahui perasaan yang ia rasakan. “Aku suka kamu Na, aku sayang kamu.” Dengan tersenyum Arya mengungkapkan perasaannya kepada Lana. Dan Lana masih terdiam sambil terus menatap kedepan menikmati pemandangan alam yang ada. Seolah Lana tidak memperhatikan dan tidak memperdulikan ucapan Arya, tetapi sesungguhnya dalam hati Lana berkata “andai kamu tahu Ar, apa yang aku rasakan sekarang dan apa yang terjadi sebenarnya, dan kenapa aku hanya tersenyum mendengar semua ungkapan perasaan mu.” Tapi satu hal Ar aku tidak ingin kamu tahu Ar. Lana hanya bicara dengan hatinya dan sesuatu yang tidak ingin Arya mengetahuinya. Arya di buat bingung dengan sikap Lana, Lana yang hanya tesenyum mendengar pernyataannya, tanpa mengeluarkan satu patah katapun. Tapi Arya juga hanya bisa tersenyum dengan sikap yang di tunjukan oleh Lana setidaknya Lana tahu tentang perasaanya, Arya tidak bisa berbuat apa-apa, dia tidak mungkin memaksa lana untuk menjawab atau merpon perasaanya.. Suasana hening disekitar mereka saat itu yang Arya rasakan, namuan masih membuat perasaan Arya hangat jika masih berada disamping Lana, tak sadar ternyata dari tadi Arya masih menggenggam tangan Lana. Dengan sejuta mimpi dan harapan, Arya membayangkan betapa bahagianya dirinya dapat bersama-sama dengan Lana seperti saat ini untuk selamanya.

0 comments:

Tinggalkan Komentar Anda Terimakasih

 

| Nina Julita | Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei